Viral! Tak Terima Ditegur karena Ngebut, Wanita Ini Malah Pamer Kartu Polisi dan Teriaki Korban ‘Maling’
- account_circle Akong
- calendar_month 56 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID – Jagat maya kembali dihebohkan oleh aksi arogan seorang pengendara di jalanan. Kali ini, seorang wanita paruh baya ngamuk dan nekat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Kepolisian setelah ditegur karena memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Insiden kurang terpuji ini terekam dalam sebuah video amatir yang diambil oleh korban di kawasan Jalan Duri Utama Raya baru-baru ini. Bukannya meminta maaf karena membahayakan pengguna jalan lain, wanita tersebut justru berbalik mengintimidasi korban dengan jabatan yang diduga dimilikinya.
Netizen pun langsung geram melihat video yang kini beredar luas di berbagai platform media sosial tersebut. Banyak yang menyayangkan sikap sok kuasa yang dinilai sangat merugikan masyarakat sipil.
Kronologi Lengkap: Dari Teguran hingga Nyaris Diamuk Massa
Berdasarkan pengakuan korban, kejadian ini bermula ketika dirinya hendak berbelok ke arah kanan dari seberang Buddy Pool. Secara mendadak, datang pelaku dari arah Indomaret dengan kecepatan yang sangat tinggi hingga hampir memicu bahaya.
Meskipun tidak terjadi senggolan atau kecelakaan fisik, wanita tersebut tampaknya tidak terima dengan respons korban. Ia langsung mengejar, memaksa korban menepi, dan memulai konfrontasi dengan nada tinggi.
Berikut adalah poin-poin penting dari aksi arogan yang dilakukan pelaku di lapangan:
- Membentak korban sambil menyodorkan KTA Kepolisian ke arah wajah korban.
- Mengeluarkan kalimat ancaman seperti, “Lu gak tau gua siapa? Gua laporin lu ya, jangan macam-macam!”
- Memukul tangan korban saat menyadari aksinya mulai direkam menggunakan kamera ponsel.
- Berteriak histeris dan memprovokasi warga sekitar dengan menuduh korban sebagai “maling”.
Mengapa Isu Arogansi Oknum Ini Mendadak Ramai di Media Sosial?
Kasus ini langsung memicu gelombang kemarahan netizen karena menyentuh isu sensitif yang sering terjadi di Indonesia, yaitu penyalahgunaan kekuasaan atau fasilitas institusi (power trip). Penggunaan KTA Polisi untuk menakut-nakuti warga sipil dinilai sebagai tindakan yang sangat tidak etis.
Selain itu, tindakan pelaku yang meneriaki korban dengan kata “maling” dianggap sangat berbahaya. Di Indonesia, provokasi seperti ini sering kali berujung pada aksi main hakim sendiri oleh massa yang tidak tahu kronologi aslinya. Beruntung, korban dalam insiden ini berhasil menyelamatkan diri sebelum situasi semakin tidak terkendali.
Dampak Fatal Proprovokasi dan Respons Pihak Terkait
Tindakan impulsif pelaku nyatanya hampir saja merenggut keselamatan korban secara fisik akibat provokasi palsu di tempat umum.
Bahaya Laten Aksi Main Hakim Sendiri
Akibat teriakan bohong pelaku, warga di sekitar lokasi sempat tersulut emosi dan mengepung korban. Hal ini menunjukkan betapa mudahnya masyarakat terprovokasi tanpa memeriksa fakta, yang untungnya tidak berakhir tragis kali ini.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada pernyataan atau klarifikasi resmi dari pihak kepolisian setempat terkait keaslian KTA yang dipamerkan maupun status hukum dari wanita tersebut. Netizen pun mendesak pihak berwajib untuk segera mengusut tuntas kasus ini agar tidak mencoreng nama baik institusi.
Gimana Tanggapan Kamu?
Aksi pamer kartu jabatan di jalanan kayak gini jelas bikin resah banget ya, Feeders. Menurut kamu, hukuman apa yang paling pas buat oknum yang suka power trip dan membahayakan nyawa orang lain kayak begini?
Jangan lupa share artikel ini ke grup WhatsApp kamu!
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

