Gajinya Pakai Uang Rakyat, Aksi Pegawai Koperasi Desa Live TikTok Saat Jam Kerja Ini Banjir Kritik!
- account_circle Akong
- calendar_month 8 menit yang lalu
- print Cetak

Lagi sepi pembeli, sejumlah oknum pegawai Koperasi Desa malah asyik live TikTok saat jam kerja hingga menuai kritik tajam netizen. (Foto: Maju Indonesia)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID – Dunia maya kembali dihebohkan dengan aksi para pegawai Koperasi Desa Merah Putih yang tertangkap kamera asyik melakukan siaran langsung atau live di platform TikTok. Bukan cuma satu atau dua orang, aksi ini ternyata dilakukan secara massal oleh belasan akun berbeda saat mereka seharusnya bertugas melayani masyarakat.
Fenomena ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan warganet yang mempertanyakan profesionalisme kerja mereka. Banyak yang menyayangkan kenapa fasilitas dan waktu kerja yang dibiayai negara justru dipakai untuk kejar viewers.
Belasan Akun Live Bareng Saat Toko Sepi

Temuan ini pertama kali terungkap setelah tim investigasi Maju Indonesia melakukan penelusuran digital di platform TikTok dalam waktu yang sangat singkat. Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam, tim berhasil mengidentifikasi setidaknya 16 akun resmi maupun personal milik pegawai Koperasi Desa Merah Putih yang sedang aktif melakukan siaran langsung.
Saat siaran berlangsung, kondisi toko atau gerai Koperasi Desa Merah Putih tersebut memang terpantau sedang sangat sepi dan tidak ada antrean pembeli. Alih-alih melakukan evaluasi produk, merapikan inventaris, atau memikirkan strategi pemasaran baru, para pegawai ini justru memilih berinteraksi dengan pengikut mereka di jagat maya.
Mengapa Isu Ini Mendadak Ramai dan Viral?

Sebenarnya, melakukan live di TikTok atau media sosial lainnya bukanlah hal yang melanggar hukum selama tidak mengganggu pelayanan publik. Namun, isu ini langsung meledak dan viral karena status Koperasi Desa Merah Putih yang bukan merupakan bisnis swasta biasa.
Koperasi Desa Merah Putih merupakan program strategis nasional yang dibangun, disubsidi, dan didukung penuh menggunakan anggaran negara yang bersumber dari pajak uang rakyat. Oleh karena itu, publik merasa memiliki hak penuh untuk mengawasi dan menuntut performa kerja yang jauh lebih profesional dari para pegawainya.
Dampak dan Suara Netizen: Sentimen Negatif Mulai Mengancam Program
Dampak dari aksi live ini langsung terasa pada reputasi program Koperasi Desa Merah Putih secara keseluruhan yang kini mulai dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Kritik Tajam di Kolom Komentar
Sepanjang siaran langsung berjalan, kolom komentar mereka justru tidak dipenuhi oleh calon pembeli, melainkan oleh kritik pedas dari warganet. Banyak netizen yang mempertanyakan urgensi dan etika para staf yang asyik bermain media sosial di tengah jam kerja dinas.
Kepercayaan Publik yang Merosot
Lebih parahnya lagi, aksi segelintir oknum pegawai ini dijadikan peluru oleh warganet untuk mengkritik kelayakan dan keberadaan program Koperasi Desa Merah Putih secara umum. Hal ini membuktikan bahwa institusi yang membawa nama negara akan selalu dinilai dengan standar moral dan profesionalisme yang jauh lebih ketat dibanding sektor swasta.
Gimana Menurut Kamu?
Kasus ini menjadi alarm keras bagi manajemen program pemerintahan agar lebih ketat dalam mengawasi perilaku digital para staf di lapangan. Di era digital seperti sekarang, setiap tindakan sekecil apa pun bisa langsung viral dan mengubah persepsi publik dalam sekejap.
Kalau menurut kamu sendiri, wajar nggak sih para pegawai ini memanfaatkan waktu luang saat sepi pembeli dengan live TikTok? Atau mereka harus tetap fokus pada pekerjaan domestik toko?
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

