DPR Bongkar Anggaran Latihan Militer Kopdes, Habis Rp30 Juta per Orang Cuma Buat Dorong Fisik?
- account_circle Akong
- calendar_month 53 menit yang lalu
- print Cetak

Anggaran bernilai fantastis untuk pelatihan militer calon manajer koperasi menuai kritik tajam dari DPR. (Foto: Ist/Nexzine)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID – Pemerintah lagi-lagi bikin geger lewat alokasi dana yang dinilai kurang tepat sasaran. Kali ini, Anggota Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, membongkar rincian anggaran latihan militer Kopdes (Koperasi Desa) Merah Putih yang angkanya bikin geleng-geleng kepala.
Gimana nggak, buat melatih calon manajer koperasi aja, negara musti ngeluarin biaya Rp30 juta per orang cuma untuk komponen Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Kabar ini langsung memicu perdebatan panas soal urgensi latihan fisik ala tentara buat pengelola bisnis desa.
Hitung-hitungan Anggaran Latsarmil Koperasi
Politisi dari Fraksi PDIP itu ngejelasin kalau total biaya pelatihan buat satu peserta sebenernya mencapai Rp45 juta untuk durasi 45 hari (sekitar 9 minggu). Jadi, kasarnya pemerintah keluar duit sekitar Rp5 juta per pekan untuk setiap orang.
Nah, plot twist-nya ada di pembagian porsi anggaran berikut ini:
- Pelatihan Militer (30 hari): Memakan biaya sebesar Rp30 juta per peserta.
- Pelatihan Manajerial Koperasi (15 hari): Cuma dianggarkan sebesar Rp15 juta per peserta.
Melihat proporsi yang timpang ini, Hasanuddin menilai komponen militer sama sekali nggak nyambung dengan kompetensi utama yang dibutuhin seorang manajer koperasi. Menurutnya, kalau komponen yang nggak penting ini dihapus, negara bisa hemat sampai Rp1,06 triliun buat gelombang pertama yang diikuti 35.476 peserta.
Mengapa Isu Ini Mendadak Ramai di Medsos?
Netizen langsung ramai membahas isu ini karena dinilai sebagai bentuk pemborosan di tengah kondisi ekonomi yang lagi menantang. Banyak anak muda yang ngerasa aneh kenapa pengelola koperasi harus diajarin lari angkat senjata ketimbang fokus belajar bisnis.
Apalagi, dana Latsarmil ini disamakan dengan standar anggaran Komponen Cadangan (Komcad) milik Kementerian Pertahanan. Kolaborasi anggaran antara Kemenhan, Kemenkop, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan ini pun dinilai tumpang tindih dan kurang efisien.
Dampak dan Suara Kritis Terhadap Kurikulum Pelatihan
Fokus Kompetensi yang Salah Sasaran
Hasanuddin menegaskan kalau manajer koperasi itu butuh kemampuan manajerial yang matang, bukan ketahanan fisik ala militer. Pengelola bisnis desa harusnya digembleng soal tata kelola bisnis modern, manajemen keuangan, strategi pemasaran, hingga pemberdayaan masyarakat lokal.
Desakan Evaluasi Total ke Pemerintah
DPR mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi total desain Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) ini. Jika kurikulumnya nggak diubah, dikhawatirkan output yang dihasilkan nggak siap bersaing di dunia bisnis dan malah membuang anggaran negara secara sia-sia.
Gimana Menurut Lo?
Pelatihan yang berlangsung dari 17 Juni sampai 31 Juli 2026 ini emang punya niat baik buat mencetak penggerak desa. Tapi kalau biayanya sampai triliunan cuma buat latihan fisik, rasanya emang perlu dikaji ulang nggak sih?
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

