Bahasa Gen Alpha dan Artinya yang Sering Bikin Orang Tua Bingung
- account_circle Akong
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Fenomena bahasa Gen Alpha makin bikin bingung orang tua, yuk kupas tuntas artinya di sini! (Foto: magnific)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID – Pernah nggak kamu dengar anak kecil zaman sekarang ceplos-ceplos ngomong “Skibidi”, “Rizz”, atau “Sigma”?
Buat kamu para orang tua muda atau kakak dari Gen Alpha, mendengar istilah-istilah ini sering kali bikin dahi berkerut.
Bahasa mereka rasanya kayak berasal dari planet lain yang sama sekali belum pernah kamu pelajari.
Dunia komunikasi bergerak cepat banget karena pengaruh platform digital seperti TikTok, YouTube Shorts, dan game online.
Anak-anak kelahiran tahun 2010 sampai pertengahan 2020-an ini membentuk kultur bahasa mereka sendiri lewat internet.
Biar kamu nggak makin ketinggalan zaman dan tetap nyambung saat ngobrol sama anak, yuk bedah kamus lengkapnya di artikel ini!
Kamus Istilah Populer Bahasa Gen Alpha dan Artinya
Generasi Alpha punya sederet kosakata unik yang sering dipakai di percakapan sehari-hari maupun kolom komentar media sosial.
Memahami kata-kata ini bukan cuma bikin kamu terlihat makin keren, tapi juga membantu membangun kedekatan dengan anak.
Berikut adalah deretan istilah yang paling sering diucapkan oleh mereka beserta artinya.
Skibidi
Kata ini berawal dari animasi viral di YouTube yang sangat disukai oleh anak-anak.
Awalnya kata ini nggak punya makna khusus dan cuma dipakai sebagai lelucon visual.
Namun, sekarang kata ini sering bergeser makna menjadi “keren”, “bagus”, atau sekadar kata seru di awal kalimat.
Rizz
Istilah ini merupakan singkatan dari kata charisma atau kharisma.
Kata ini dipakai untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam memikat atau memikat hati orang lain secara alami.
Kalau seorang anak dipuji punya “rizz tinggi”, artinya dia dinilai pandai bersosialisasi dan percaya diri.
Sigma
Kata ini merujuk pada karakter seseorang yang mandiri, keren, dan percaya diri tanpa perlu pamer.
Pola pikir ini sering diidentikkan dengan sosok anak yang cool dan bekerja keras secara diam-diam.
Gelar ini biasanya diberikan sebagai pujian buat teman yang bertindak tenang tapi keren.
Fanum Tax
Istilah unik ini berasal dari budaya kreator konten dan streamer ternama di internet.
Makna dasarnya adalah tindakan “mencuri” atau meminta makanan milik teman secara acak.
Jadi kalau anak kamu mengambil potongan kentang goreng milikmu, itulah yang mereka sebut sebagai tindakan tersebut.
Mewing
Kata ini sebenarnya merujuk pada latihan merapatkan lidah ke langit-langit mulut untuk membentuk garis rahang.
Di kalangan anak muda, kata ini berubah jadi gesture menyuruh orang lain diam sambil menunjuk garis rahang.
Istilah ini dipakai saat seseorang ingin memamerkan aksi keren atau enggan diganggu saat fokus.
Gyatt
Ungkapan ini merupakan reaksi ekspresi kaget atau kagum yang sangat kuat terhadap sesuatu.
Biasanya diucapkan saat mereka melihat hal yang luar biasa, mengejutkan, atau mengagumkan secara visual.
Kata ini mirip dengan seruan “Wow!” atau “Omaigat!” di era generasi sebelumnya.
Cap dan No Cap
Kata “Cap” memiliki arti bohong, omong kosong, atau rekayasa belaka.
Sementara kata “No Cap” berarti jujur, tanpa rekayasa, atau benar-benar terjadi nyata.
Istilah ini sangat sering dipakai untuk meyakinkan lawan bicara bahwa cerita mereka bukan karangan.
Cara Orang Tua Menghadapi Perkembangan Bahasa Anak
Melihat anak menggunakan slang asing mungkin bikin kamu khawatir akan perkembangan bahasa formal mereka.
Tapi tenang aja, fenomena ini adalah hal yang wajar dalam perkembangan setiap generasi.
Berikut adalah beberapa tips responsif agar kamu bisa menyikapi kebiasaan berbahasa anak secara bijak.
Jangan Langsung Menghakimi atau Melarang
Anak-anak memakai kata-kata baru ini untuk merasa diterima di lingkungan pergaulannya.
Melarang secara frontal justru bisa membuat mereka menutup diri dan enggan bercerita.
Coba dengarkan dulu dan tanyakan apa maksud kata tersebut dengan gaya yang santai.
Gunakan Media Sosial untuk Tetap Up to Date
Cara terbaik memahami dunia anak adalah dengan mempelajari apa yang mereka konsumsi setiap hari.
Luangkan waktu sebentar untuk melihat tren yang sedang ramai di platform video pendek.
Langkah ini bakal membantu kamu mengerti konteks di balik kata-kata unik yang mereka gunakan.
Ajak Bercanda Menggunakan Kata Slang Mereka
Sekali-kali, cobalah memakai kata slang mereka saat mengobrol santai di rumah.
Misalnya saat memuji kerapian kamarnya, kamu bisa berceletuk kalau gayanya sangat keren.
Respon lucu ini biasanya akan membuat anak tertawa dan merasa lebih dekat secara emosional.
Tetap Ajarkan Batasan dan Kesopanan
Meskipun santai, kamu tetap harus memberikan batasan mana kata yang sopan dan mana yang tidak.
Jelaskan bahwa slang internet hanya boleh dipakai saat ngobrol dengan teman sebaya.
Pastikan mereka tahu kapan harus menggunakan bahasa yang santai dan kapan wajib berbahasa baku.
Dekati Dunia Anak Lewat Komunikasi yang Tepat
Memahami bahasa baru memang butuh proses dan kesabaran tersendiri bagi setiap orang tua.
Kamu nggak harus menghafal semua katanya dalam satu malam kok.
Yang terpenting adalah menjaga pintu komunikasi tetap terbuka lebar tanpa ada batasan yang kaku.
Dengan mau belajar hal-hal baru yang disukai anak, hubungan kekeluargaan bakal terasa makin hangat.
Ingat, kunci utama menjadi orang tua seru adalah mau beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan figur pembimbing.
Sudah siap mencoba kosakata baru ini saat ngobrol bareng anak nanti?
Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman sesame orang tua biar mereka nggak makin pusing, ya!
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

