Geger! Dapur MBG Dijual Lengkap Bareng Staf di Sosmed, Netizen auto Syok
- account_circle Akong
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Unggahan viral penjualan unit Dapur MBG lengkap dengan SDM dan fasilitas di media sosial yang memicu kehebohan publik. (Foto: Ist/Nexzine)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID – Jagat media sosial mendadak dihebohkan oleh unggahan akun X @kenanyudaa yang memperlihatkan postingan penjualan fasilitas Dapur Makan Bergizi Gratis atau MBG. Fenomena unik ini langsung mencuri perhatian netizen Indonesia karena fasilitas milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngamprah tersebut ditawarkan layaknya aset bisnis siap pakai.
Dalam unggahan yang viral tersebut, akun penjual menawarkan Dapur MBG kategori “Great A” di bawah naungan Yayasan Mitra Sharga Perksa (MSP). Penjual mengklaim bahwa dapur tersebut memiliki kapasitas pelayanan (data PM) hingga 2.300 sampai 2.800 porsi per hari.
Tak tanggung-tanggung, postingan itu menyebutkan bahwa calon pembeli akan langsung mendapatkan paket komplit beserta Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah berpengalaman. Daftar SDM tersebut mencakup Kepala SPPG, tim akuntansi, ahli gizi, chef, asisten lapangan (ashlap), hingga 36 orang relawan yang diklaim sudah siap bekerja.
Selain kesiapan staf, fasilitas fisik yang ditawarkan juga terbilang sangat lengkap untuk ukuran unit pelayanan gizi massal. Dapur tersebut dilengkapi ruangan ber-AC untuk kantor, ruang rapat, ruang istirahat, musholla ber-AC, kamar untuk kepala SPPG dan ahli gizi, pos satpam, serta kelengkapan peralatan dan ATK 100 persen.
Unggahan ini juga mencantumkan status legalitas dan administratif seperti Akses Virtual Akun Badan Gizi Nasional (BGN) serta Berkas Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang diklaim sudah terverifikasi. Sontak, hal ini menimbulkan beragam reaksi dari netizen yang mempertanyakan bagaimana bisa fasilitas pelayanan program nasional diperjualbelikan secara terbuka di media sosial.
Sontak fenomena ini memicu diskusi hangat mengenai pola kemitraan dan investasi dalam program pemenuhan gizi nasional. Banyak pihak menilai hal ini sebagai dinamika menarik di mana sektor swasta atau yayasan mitra mencoba mengalihkan pengelolaan aset operasional mereka kepada investor baru.
Meskipun terlihat sebagai peluang usaha yang menggiurkan bagi sebagian orang, kasus ini menjadi sorotan penting terkait regulasi pengalihan hak kelola fasilitas pelayanan publik. Ketatnya pengawasan dari BGN tentu menjadi kunci agar kualitas dan standar pelayanan gizi untuk masyarakat tetap terjaga tanpa terganggu perubahan kepemilikan.

Kejadian ini memberikan gambaran baru bagi kamu tentang bagaimana ekosistem bisnis dan kemitraan di balik program-program sosial pemerintah berkembang di lapangan. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman kamu di media sosial dan terus pantau update berita terkini lainnya hanya di Nexzine.id!
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

