Erajaya Raih Penghargaan ESG 2026, Perkuat Circular Economy Lewat Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
- account_circle Akong
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

Erajaya memperkuat circular economy melalui pengelolaan limbah berkelanjutan hingga meraih penghargaan ESG 2026. (Dok. Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID — PT Erajaya Swasembada Tbk terus memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan dengan mengembangkan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan berbasis circular economy. Upaya tersebut mengantarkan perusahaan meraih Anugerah Khusus Sektor Barang Konsumen pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Erajaya dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di berbagai aspek operasional perusahaan.
Pengelolaan limbah menjadi bagian Circular Retail Ecosystem
Praktik pengelolaan limbah berkelanjutan dikembangkan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam membangun Circular Retail Ecosystem. Melalui pendekatan tersebut, Erajaya memetakan berbagai jenis material yang dihasilkan dari aktivitas operasional sekaligus mencari peluang agar material tersebut dapat dimanfaatkan kembali secara bertanggung jawab.
Pendekatan circular economy memungkinkan material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah memiliki masa pakai lebih panjang sehingga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, maupun keberlangsungan bisnis.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari integrasi prinsip ESG dalam kegiatan operasional. Setiap material yang dihasilkan dikelola melalui proses pengurangan, penggunaan kembali, hingga pengolahan sesuai karakteristik masing-masing.
Selain mengurangi dampak terhadap lingkungan, penerapan circular economy turut menciptakan nilai sosial dan ekonomi melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku UMKM. Langkah tersebut sekaligus memperkuat tata kelola pengelolaan material demi mendukung bisnis yang lebih berkelanjutan.
Jimmy Peranginangin, Group Chief of HC, GA, Litigations & CSR Erajaya Group, mengatakan, “Bagi Erajaya, circular economy bukan sekadar tentang mengelola limbah, tetapi tentang bagaimana kami memandang setiap material sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Melalui praktik pengelolaan limbah berkelanjutan, kami berupaya memetakan berbagai aliran material yang dihasilkan dari operasional perusahaan untuk kemudian mengidentifikasi peluang agar material tersebut dapat dimanfaatkan kembali melalui pendekatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan cara ini, kami ingin membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya lebih efisien dalam penggunaan sumber daya, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.”
Kelola beragam material operasional
Dalam penerapannya, Erajaya mengintegrasikan berbagai program pengelolaan material ke dalam satu ekosistem yang mendukung implementasi circular economy.
Material yang dikelola meliputi limbah elektronik (e-waste), material branding, plastik, kertas, kardus, hingga limbah organik yang berasal dari kantor, toko ritel, gudang, pusat layanan, serta aktivitas promosi.
Setiap jenis material diproses melalui metode yang disesuaikan, mulai dari pemilahan, pengelolaan bersama mitra berizin, hingga pemanfaatan kembali melalui proses daur ulang dan upcycling yang melibatkan UMKM.
Melalui upaya tersebut, perusahaan tidak hanya menekan jumlah limbah yang dihasilkan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan usaha.
Kolaborasi dan capaian pengelolaan limbah
Program ini diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk mitra pengelola limbah berizin, pelaku usaha, komunitas, serta karyawan.
Kolaborasi tersebut mendorong penerapan pengelolaan material yang lebih bertanggung jawab sekaligus memperluas dampak sosial dari berbagai program keberlanjutan. Di sisi lain, Erajaya juga terus memperkuat sistem pemantauan dan pelaporan untuk mendukung implementasi ESG secara terintegrasi.
Sejak dijalankan, program pengelolaan limbah berkelanjutan telah menjadi bagian penting dari transformasi keberlanjutan perusahaan. Hingga kini, Erajaya telah mengelola 54 ton limbah operasional, menangani 3.911 unit e-waste secara bertanggung jawab, serta mendaur ulang lebih dari 175 kilogram sampah plastik.
Kolaborasi dengan UMKM juga mendorong pemanfaatan kembali berbagai material menjadi produk bernilai tambah. Beragam inisiatif tersebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, penghematan energi, serta pengurangan limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain itu, program edukasi dan kampanye ESG yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta turut meningkatkan kesadaran dan partisipasi para pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem yang lebih berkelanjutan.
Penghargaan menjadi dorongan pengembangan ESG
Penghargaan pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026 menjadi pengakuan atas upaya Erajaya dalam mengintegrasikan prinsip circular economy ke dalam kegiatan bisnis.
Ke depan, perusahaan akan terus mengembangkan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan sebagai bagian dari strategi memperkuat Circular Retail Ecosystem, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
(ADV)
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

