KPK USUT ALIRAN Rp91 MILIAR BEA CUKAI, SAKSI KUNCI MENINGGAL DUNIA
- account_circle Akong
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Kasus dugaan suap Bea Cukai senilai Rp91 miliar terus bergulir dan menyeret sejumlah nama saksi kunci. (Foto: Ist/Nexzine)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan publik usai mengonfirmasi pemanggilan saksi bernama Winda Lorenza terkait kasus dugaan suap importasi barang di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai. Sayangnya, saksi kunci tersebut dipastikan tidak hadir pada jadwal pemeriksaan yang telah ditetapkan penyidik sejak awal April lalu.
Isu ini mendadak makin panas setelah beredar kabar bahwa Winda Lorenza dikabarkan telah meninggal dunia sebelum sempat memberikan kesaksiannya. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi pada Rabu (12/8/2026) di Gedung Merah Putih Jakarta Selatan bahwa yang bersangkutan memang mangkir dan belum ada jadwal ulang maupun konfirmasi alasan ketidakhadirannya.
Pihak lembaga antirasuah sendiri mengaku belum bisa memvalidasi secara resmi apakah sosok yang dikabarkan tutup usia tersebut memang benar saksi yang dipanggil penyidik. Mangkirnya saksi ini tentu menambah teka-teki baru dalam perjalanan pengusutannya, mengingat peran Winda yang tergolong cukup krusial.
Penyidik awal mulanya memanggil Winda untuk mendalami aliran uang serta kepemilikan aset dari salah satu terdakwa utama dalam skandal suap ini. Tak cuma itu, Winda diduga kuat ikut menerima aset yang terafiliasi langsung dengan aktivitas gelap importasi barang tersebut.
Langkah pemeriksaan saksi ini sebenarnya bagian dari pergerakan cepat KPK yang telah menerbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Langkah ini diambil setelah tim penyidik membedah dan mengalisis fakta-fakta persidangan yang mengungkap adanya dana fantastis yang berputar di balik layer importasi.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein, membeberkan bahwa ada aliran dana jumbo sebesar Rp91 miliar yang sedang dikuliti. Uang panas tersebut diduga berasal dari perusahaan importir PT Blueray Cargo yang digunakan untuk “melicinkan” urusan impor kepada sejumlah pejabat Bea Cukai.
Perkembangan kasus ini makin memanas setelah KPK menetapkan tersangka baru, yakni Gatot Heroe Hernanda selaku Kepala Kantor Bea Cukai Kediri. Fenomena ini memperlihatkan betapa gurita praktik suap di sektor kepabeanan sudah merasuk hingga ke tingkat pejabat daerah dan melibatkan pihak swasta secara sistematis.
Meninggalnya saksi potensial di tengah pengusutan kasus korupsi bernilai puluhan miliar tentu menjadi tantangan tersendiri bagi KPK dalam mengumpulkan bukti materiil. Publik kini menanti keberanian KPK untuk terus membongkar siapapun yang menikmati uang suap PT Blueray Cargo hingga tuntas tanpa pandang bulu.
Bagikan artikel ini ke media sosial kamu agar makin banyak yang paham perkembangan kasus korupsi di tanah air, dan pantau terus update berita terpanas lainnya cuma di Nexzine.id!
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

