Tragedi Berdarah Katingan: 3 Polisi Gugur Saat Grebek Narkoba, DPR Minta Pelaku Dihukum Mati!
- account_circle Akong
- calendar_month 21 menit yang lalu
- print Cetak

Anggota DPR RI mengutuk keras aksi penyerangan brutal yang menewaskan tiga personel polisi saat penggerebekan narkoba di Katingan. (Foto: Ist/Nexzine)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID – Dunia penegakan hukum kita lagi berduka mendalam nih, guys. Sebuah insiden berdarah terjadi di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang menewaskan tiga anggota polisi saat menjalankan tugas mulia memberantas peredaran narkoba.
Peristiwa tragis ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari Senayan. Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, mengutuk keras aksi penyerangan brutal yang dilakukan oleh kelompok massa dan sindikat narkoba tersebut terhadap aparat negara.
Martin menegaskan bahwa perlawanan bersenjata terhadap penegak hukum adalah tindakan yang sama sekali nggak bisa ditoleransi. Dia meminta agar seluruh pelaku yang terlibat langsung maupun aktor di balik layar diseret ke meja hijau dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya.
Kronologi Penggerebekan Berujung Maut di Kalimantan Tengah
Awalnya, personel dari Polres Katingan bergerak melakukan operasi penggerebekan terhadap gembong narkoba di wilayah tersebut. Namun, situasi di lapangan berubah mencekam ketika petugas mendapat perlawanan sengit dan diserang secara brutal.
Dalam insiden awal, Aipda Yudhi Perdana Putra dinyatakan gugur di tempat demi mengamankan wilayah dari jeratan barang haram. Enggak sampai di situ, dua personel lainnya sempat dinyatakan hilang secara misterius setelah bentrokan pecah.
Dua anggota yang sempat hilang tersebut adalah Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana. Setelah dilakukan pencarian besar-besaran oleh tim gabungan, keduanya ditemukan sudah nggak bernyawa di aliran sungai setempat, membuat total korban gugur menjadi tiga orang.
Kenapa Isu Ini Mendadak Ramai dan Bikin Publik Geram?
Isu ini langsung viral dan memicu kemarahan publik karena tingkat kebrutalan pelaku yang dinilai sudah di luar batas. Sindikat narkoba di daerah tersebut ternyata nggak bergerak sendirian, melainkan diduga melibatkan provokasi massa untuk melawan polisi.
Lebih ngerinya lagi, para pelaku diketahui menggunakan senjata api rakitan untuk menyerang petugas yang sedang memburu bandar. Hal ini memicu kekhawatiran besar mengenai peredaran senpi ilegal dan kuatnya jaringan mafia narkoba di wilayah pedalaman.
Martin Tumbelaka juga mengingatkan bahwa Kapolri sudah berkomitmen penuh untuk menyatakan perang total melawan narkoba. Kasus di Katingan ini menjadi bukti nyata kalau para bandar sudah berani bertindak nekat demi melindungi bisnis haram mereka.
DPR Desak Bongkar Total Ekosistem Kejahatan
Melihat situasi yang makin genting, Komisi III DPR RI meminta kepolisian nggak cuma menangkap pelaku penyerangan fisik di lapangan saja. Ada beberapa poin penting yang ditegaskan untuk membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya.
Usut Tuntas Provokator Massa
Polri diminta mencari tahu siapa sosok yang memprovokasi warga kampung hingga tega menyerang polisi yang sedang bertugas.
Lacak Asal-Usul Senjata Api Rakitan
Penyidik harus membongkar jalur pemasokan senjata api rakitan yang digunakan pelaku agar lingkaran setan ini bisa diputus.
Bareskrim Polri Turun Tangan
Melihat skala kasus yang besar, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri dipastikan bakal memberikan back up penuh untuk memburu para pelaku yang masih buron.
Negara Enggak Boleh Kalah Sama Sindikat Narkoba!
Tragedi gugurnya tiga pahlawan hukum di Katingan ini jadi alarm keras buat kita semua kalau bahaya narkoba sudah sangat mengancam jiwa. Martin menegaskan, negara nggak boleh mundur sejengkal pun dan nggak boleh kalah oleh tekanan kelompok macem ini.
“Setelah ditangkap, pastikan mereka diberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera. Tidak boleh ada kompromi bagi pembunuh aparat negara,” tegas Martin dengan nada geram.
Gimana menurut kamu tentang kejadian ini? jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kamu ya!
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

