Nekat Banget! Dua Kurir Ini Sembunyikan Setengah Kilo Sabu di Dalam Anus
- account_circle Akong
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Modus ekstrem kurir sabu yang nekat menyembunyikan barang haram di dalam tubuh akhirnya terbongkar di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Ilustrasi/Nexzine)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID – Ada-ada saja cara sindikat narkoba buat mengelabui petugas keamanan. Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan dengan aksi nekat dua pria yang menjadi kurir sabu lintas pulau.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan aksi gila ini di Terminal Kedatangan 2E Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Minggu, 28 Juni 2026, sekitar pukul 08.45 WIB. Dua pelaku berinisial Musa dan Muhammad Guntur ditangkap basah setelah menyembunyikan sabu seberat setengah kilogram di dalam anus mereka.
Kamu nggak salah dengar, barang haram tersebut benar-benar dimasukkan ke dalam tubuh demi menghindari pemeriksaan bandara. Kedua pelaku yang menumpang pesawat Super Air Jet dari Pekanbaru ini rencananya bakal melakukan transit di Jakarta sebelum terbang ke tujuan akhir mereka di Sumbawa, NTB.
Kronologi Penangkapan dan Modus Kapsul Ekstrem
Pihak kepolisian sebenarnya udah mencium gerak-gerik mencurigakan dari kedua kurir ini sejak awal keberangkatan. Saat mendarat di Soetta, petugas langsung mengamankan keduanya dan membawa mereka ke RS EMC Tangerang untuk pemeriksaan mendalam.
Melalui proses X-ray di rumah sakit, kecurigaan polisi akhirnya terbukti secara akurat. Berikut detail fakta lapangan terkait barang bukti yang ditemukan petugas:
- Total Berat Sabu: Kurang lebih 500 gram (setengah kilogram).
- Pembagian Barang: Masing-masing pelaku membawa sekitar 250 gram.
- Kemasan Modus: Sabu dibungkus rapi dalam 4 kapsul plastik bening ukuran sedang sebelum dimasukkan ke dalam anus.
- Nilai Ekonomis: Total barang bukti yang disita ditaksir mencapai Rp 900 juta.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa para pelaku sengaja memanfaatkan celah keamanan di bandara asal mereka di Pekanbaru. Pasalnya, bandara tersebut diketahui belum dilengkapi fasilitas X-ray Transmisi atau body scanner yang bisa mendeteksi benda di dalam tubuh manusia.
Mengapa Kasus Penyelundupan Ini Mendadak Viral?
Kasus penyelundupan sabu lewat anus ini langsung jadi obrolan hangat netizen karena metodenya yang sangat berisiko tinggi. Memasukkan benda asing berupa kapsul kimia ke dalam organ dalam tubuh bisa berakibat fatal atau menyebabkan kematian seketika jika plastik tersebut pecah di dalam.
Selain karena modusnya yang bikin ngilu, netizen juga menyoroti bagaimana sindikat narkoba masih bisa menemukan celah keamanan di bandara domestik. Hal ini memicu diskusi luas mengenai pentingnya pemerataan teknologi keamanan ketat di seluruh bandara Indonesia.
Jaringan Narkoba Lintas Pulau Riau hingga NTB
Setelah menangkap Musa dan Guntur, polisi bergerak cepat melakukan pengembangan kasus secara controlled delivery. Ternyata, kedua kurir nekat ini merupakan bagian dari jaringan narkoba lintas pulau yang cukup terorganisir.
Asal-Usul Barang dari Riau
Berdasarkan hasil interogasi, paket sabu senilai hampir satu miliar tersebut diketahui berasal dari seorang bandar bernama Sofian alias Pian yang berada di Pulau Rupat, Bengkalis, Riau.
Pemesan di Sumbawa Berhasil Diciduk
Polisi bergerak cepat melacak tujuan akhir barang tersebut ke Sumbawa, NTB. Hasilnya, petugas berhasil menangkap Isnaini alias PP Bara yang bertindak sebagai penerima barang di lokasi tujuan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap 2 orang lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Berkat pembongkaran kasus ini, polisi mengklaim telah berhasil menyelamatkan sekitar 2.500 jiwa dari bahaya ketergantungan narkotika.
Nilai Nyawa vs Uang: Bagaimana Menurutmu?
Sangat miris melihat bagaimana para kurir ini rela mempertaruhkan nyawa dan kesehatan mereka sendiri hanya demi menyelundupkan barang haram demi uang. Padahal, risiko kapsul pecah di dalam tubuh taruhannya langsung nyawa melayang di tempat.
Nah, kalau menurut kamu sendiri, gimana cara paling efektif biar celah keamanan di bandara-bandara kecil nggak gampang dibobol modus ekstrem kayak gini lagi?
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

