Wamenaker Ungkap Peran Strategis Pariwisata dan Budaya dalam Membuka Lapangan Kerja
- account_circle Akong
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Wamenaker Ungkap Peran Strategis Pariwisata dan Budaya dalam Membuka Lapangan Kerja. (Foto: Dok. Kemenaker RI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID — Sektor pariwisata dan budaya dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. Pemerintah menilai pengembangan dua sektor tersebut dapat menjadi salah satu penggerak utama peningkatan kesejahteraan, terutama di wilayah yang memiliki kekayaan budaya dan destinasi wisata.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat menghadiri Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (25/6/2026).
Menurut Afriansyah, kegiatan budaya seperti festival bukan hanya menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi dan memperkenalkan identitas bangsa, tetapi juga mampu menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Pariwisata dan Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Afriansyah menjelaskan, kehadiran wisatawan dalam sebuah kegiatan pariwisata memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor usaha. Aktivitas ekonomi mulai bergerak dari penginapan, kuliner, transportasi, hingga produk-produk lokal yang dihasilkan masyarakat.
“Setiap wisatawan yang datang akan me nggerakkan roda perekonomian masyarakat. Hotel dan homestay terisi, rumah makan dan usaha kuliner meningkat omzetnya, sektor transportasi bergerak, produk UMKM terjual, pelaku ekonomi kreatif memperoleh pasar, serta seniman dan pekerja budaya mendapatkan ruang untuk berkarya,” ujar Afriansyah.
Ia menyebut, besarnya dampak yang muncul dari sektor pariwisata dan budaya menjadikan keduanya sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi yang dapat dirasakan oleh banyak lapisan masyarakat.
Festival budaya, kata dia, tidak hanya menghadirkan hiburan bagi pengunjung, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan melalui berbagai aktivitas ekonomi.
“Festival budaya bukan sekadar menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal
Lebih lanjut, Afriansyah menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tenaga kerja lokal harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri agar mampu mengambil manfaat dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat berbagai program peningkatan kompetensi yang berkaitan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pelatihan tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari perhotelan, pemandu wisata, tata boga, pengelolaan kegiatan, hingga pengembangan desain produk ekonomi kreatif.
“Kami ingin masyarakat lokal menjadi pelaku utama pembangunan pariwisata di daerahnya sendiri. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kunci agar peluang ekonomi yang tumbuh dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat daerah tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan pariwisata, tetapi harus menjadi bagian utama yang ikut mengelola dan mendapatkan manfaat dari potensi yang ada.
UMKM Didorong Naik Kelas Lewat Pariwisata
Selain peningkatan keterampilan tenaga kerja, Kemnaker juga terus mendorong penguatan sektor kewirausahaan. Langkah tersebut dilakukan melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta peningkatan produktivitas agar pelaku UMKM mampu berkembang.
Afriansyah berharap produk-produk unggulan daerah tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga dapat memiliki daya saing lebih luas hingga pasar nasional dan internasional.
“UMKM harus terus naik kelas. Produk unggulan daerah tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga harus mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” katanya.
Perkembangan sektor wisata dan budaya dinilai dapat menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin terbuka pula kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.
Peran Generasi Muda dalam Transformasi Digital
Afriansyah juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam memperkenalkan potensi wisata dan budaya daerah. Menurutnya, generasi muda memiliki peran besar dalam memperkuat promosi melalui kreativitas dan inovasi digital.
Anak muda didorong untuk terlibat sebagai kreator konten, pemasar digital, maupun pelaku ekonomi kreatif yang mampu membawa potensi daerah agar lebih dikenal masyarakat luas.
Ia menilai kolaborasi antara budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM berkembang, maka kesempatan kerja akan semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” pungkasnya.
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

