Transformasi Digital Bikin Bisnis Madu Lampung Melesat, Suhita Lebah Indonesia Andalkan QRIS dan Pembiayaan BRI
- account_circle Akong
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Era baru belanja produk lokal: transaksi kilat pakai QRIS bikin berburu madu murni khas Lampung jadi makin praktis dan kekinian. (Foto: Ist/Nexzine)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID — Transformasi digital menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang lebih cepat. Penerapan teknologi produksi yang modern dipadukan dengan sistem pembayaran digital terbukti mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing usaha.
Salah satu contoh datang dari Suhita Lebah Indonesia, produsen madu murni yang berbasis di Bandar Lampung. Pelaku usaha ini berhasil mempercepat kapasitas operasionalnya melalui pemanfaatan teknologi pascapanen yang ramah lingkungan serta dukungan ekosistem digital dalam kegiatan bisnis.
Teknologi produksi menjaga kualitas madu
Dalam menjalankan proses produksi, Suhita Lebah Indonesia mengandalkan pasokan madu yang berasal dari peternakan milik sendiri, peternakan mitra, hingga petani dan peternak lebah lokal.
Seluruh bahan baku tersebut kemudian diproses di rumah pengemasan yang telah disiapkan sesuai standar keamanan pangan sehingga kualitas produk tetap terjaga sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Pemilik Suhita Lebah Indonesia, Isnina, mengatakan proses pengolahan dilakukan dengan teknologi modern yang dirancang untuk mempertahankan kandungan nutrisi madu tanpa menggunakan suhu tinggi.
“Kami memiliki peternakan milik sendiri, peternakan mitra, dan melibatkan petani serta peternak lebah lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan. Kami juga menerapkan teknologi penanganan pascapanen tanpa suhu tinggi melalui metode pengurangan kadar air madu, sehingga nutrisi dan mutu madu tetap terjaga sesuai standar SNI, sekaligus menjadikan proses produksi lebih cepat, hemat energi, dan ramah lingkungan,” jelas Isnina.
Berkembang bersama Rumah BUMN BRI
Perkembangan usaha Suhita Lebah Indonesia semakin pesat setelah bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada 2021.
Melalui program tersebut, Isnina memperoleh pendampingan dalam pengelolaan usaha, baik melalui pelatihan daring maupun tatap muka. Selain itu, usahanya juga mendapat kesempatan mengikuti program pengembangan seperti BRIncubator, BRILiaNpreneur, hingga berbagai pameran dagang berskala besar.
Manfaatkan pembiayaan dan QRIS BRI
Untuk memperkuat pengembangan bisnis, Suhita Lebah Indonesia turut memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang disediakan oleh BRI.
Di sisi lain, perusahaan juga mengadopsi sistem pembayaran digital melalui layanan QRIS BRI pada area kasir. Kehadiran metode pembayaran nontunai tersebut memberikan kemudahan bagi pelanggan sekaligus membuat proses transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan aman.
Adopsi inovasi dinilai menjadi kunci pertumbuhan UMKM
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai kesiapan pelaku UMKM dalam menerima perubahan dan memanfaatkan inovasi menjadi faktor penting agar mampu bersaing di era digital.
“Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat melangkah lebih jauh. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Dhanny.
(ADV)
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

