400 Pasangan Daftar, ASHA IVF Sediakan 170 Pemeriksaan Kesuburan Gratis di Surabaya
- account_circle Akong
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

400 Pasangan Daftar, ASHA IVF Sediakan 170 Pemeriksaan Kesuburan Gratis di Surabaya. (Foto: Dok. ASHA IVF Indonesia)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID — Antusiasme pasangan muda di Surabaya terhadap pemeriksaan kesuburan terlihat tinggi setelah program sosial ASHA IVF Indonesia mendapat respons besar dari masyarakat. Sebanyak 400 pasangan tercatat mendaftar dalam kegiatan pemeriksaan kesuburan gratis yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Surabaya 2026.
Melalui program bertajuk “ASHA Open House: Celebrate Hope with ASHA”, ASHA IVF Indonesia ingin mengajak pasangan usia produktif lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran bahwa pemeriksaan kesuburan sebaiknya dilakukan sejak awal, terutama bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.
Meski jumlah pendaftar mencapai ratusan, kapasitas pemeriksaan yang tersedia terbatas. Dari total pendaftar tersebut, hanya 170 pasangan yang mendapatkan kesempatan mengikuti layanan pemeriksaan dan konsultasi kesuburan secara menyeluruh.
ASHA IVF Buka Layanan Gratis di Tiga Lokasi Surabaya
Program pemeriksaan kesuburan gratis ini berlangsung secara bersamaan di tiga fasilitas ASHA IVF Indonesia, yaitu ASHA IVF Waron Hospital, ASHA IVF PHC, serta ASHA IVF Jaladri RSPAL dr Ramelan Surabaya.
Para peserta mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan reproduksi serta konsultasi langsung bersama dokter spesialis. Langkah ini diharapkan dapat membantu pasangan memahami kondisi kesuburan masing-masing sebelum menentukan program kehamilan yang sesuai.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fertilitas, dr. dr. Amang Surya Priyanto, SpOG, F-MAS, mengatakan kegiatan tersebut dibuat sebagai bentuk perhatian terhadap pasangan yang mengalami tantangan dalam memperoleh keturunan.
Ia menyebut masih banyak pasangan usia subur yang belum mengetahui kondisi kesuburannya karena belum pernah melakukan pemeriksaan medis.
Menurut dr. Amang, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa kebutuhan informasi dan layanan terkait fertilitas cukup besar di masyarakat. Namun, keterbatasan kuota membuat pihaknya harus melakukan proses seleksi terhadap calon peserta.
“Cukup banyak pasangan yang memiliki problem fertility. Kami buka hanya 170 slot, namun yang mendaftar lebih dari 400 pasangan. Karena itu kami melakukan screening secara ketat untuk memastikan pasangan mana yang membutuhkan penanganan segera,” ujar dr. Amang, Minggu (31/5).
Peserta Mendapat Paket Pemeriksaan Kesuburan Lengkap
Dalam kegiatan ASHA Open House, setiap pasangan yang terpilih memperoleh berbagai layanan yang berkaitan dengan pemeriksaan kesuburan. Paket tersebut meliputi pemeriksaan fertilitas, konsultasi pribadi dengan dokter spesialis, hasil pemeriksaan tertulis, hingga rekomendasi langkah lanjutan sesuai kondisi masing-masing.
Nilai layanan yang diberikan kepada setiap peserta mencapai sekitar Rp1,2 juta. Selain itu, pasangan juga memperoleh kesempatan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) dasar untuk melihat gambaran awal kondisi kesehatan reproduksi.
ASHA IVF juga memberikan Fertility Starter Assessment serta informasi mengenai pilihan program kehamilan atau promil yang dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan.
dr. Amang menjelaskan bahwa keberanian untuk memeriksakan kondisi sejak dini merupakan langkah penting bagi pasangan yang ingin memiliki buah hati.
“Kami percaya bahwa harapan untuk memiliki buah hati dimulai dari keberanian untuk mengenali kondisi diri sendiri. Banyak pasangan datang terlambat karena menganggap masalah kesuburan akan membaik dengan sendirinya. Padahal semakin dini diperiksa, semakin besar peluang keberhasilannya,” tambahnya.
Pemeriksaan Dini Dinilai Penting untuk Meningkatkan Peluang Kehamilan
Melalui kegiatan ini, ASHA IVF berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Edukasi tersebut juga bertujuan mengurangi rasa ragu atau stigma yang masih membuat sebagian pasangan enggan berkonsultasi dengan dokter.
Menurut dr. Amang, pemeriksaan fertilitas tidak seharusnya ditunda terlalu lama. Semakin cepat kondisi diketahui, semakin mudah menentukan solusi yang tepat apabila ditemukan gangguan reproduksi.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi reproduksi saat ini membuat berbagai metode penanganan kesuburan semakin berkembang dan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Sebaliknya, keterlambatan pemeriksaan bisa menjadi tantangan tersendiri karena usia turut memengaruhi kondisi reproduksi, terutama terkait kualitas dan jumlah sel telur.
“Semakin bertambah usia, tidak hanya jumlah dan kualitas telur yang berkurang, tetapi juga risiko kehamilan bagi ibu dan janin akan meningkat. Karena itu yang diperlukan adalah kesadaran dari diri sendiri. Jangan menunda-nunda karena hanya akan menambah masalah, termasuk biaya penanganan yang bisa menjadi lebih besar,” pungkas dr. Amang.
Membawa Harapan Baru Bagi Pasangan yang Menanti Buah Hati
Bertepatan dengan perayaan HUT Kota Surabaya, ASHA IVF ingin menghadirkan pesan bahwa pemeriksaan kesuburan merupakan bagian penting dalam perjalanan mendapatkan keturunan.
Melalui program ASHA Open House, pasangan tidak hanya memperoleh layanan medis, tetapi juga pemahaman awal mengenai kondisi tubuh dan pilihan program kehamilan yang tersedia.
“Di momen ulang tahun Kota Surabaya, kami ingin menghadirkan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang sedang menantikan kehadiran buah hati,” kata dr. Amang.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong pasangan agar lebih terbuka terhadap pemeriksaan kesehatan reproduksi dan mengambil keputusan lebih cepat apabila membutuhkan pendampingan medis.
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

