Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Dimulai, 12.128 Peserta Disiapkan Hadapi Dunia Kerja
- account_circle Akong
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun 2026 resmi dimulai di BBPVP Serang, Banten. (Dok. Humas Kemnaker)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun 2026 yang diikuti 12.128 peserta secara serentak di berbagai daerah. Kick-off program tersebut berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Selasa, 1 September 2026.
Pelaksanaan pelatihan turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, serta Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia.
Program ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi Semester II 2026 sekaligus diarahkan untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah ingin memperkecil kesenjangan keterampilan atau skill gap melalui penguatan pelatihan vokasi.
“Bapak Presiden mendorong vokasi agar skill gap-nya bisa dikurangi,” ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, kebutuhan tenaga kerja terus berubah, terutama seiring berkembangnya sektor digital dan ekonomi hijau. Kebutuhan talenta digital diproyeksikan mencapai 2,7 juta orang pada 2030.
Pada sektor energi terbarukan, kebutuhan pekerja juga berkembang dengan munculnya berbagai profesi baru. Di antaranya teknisi panel surya, teknisi turbin, dan tenaga di bidang smart farming.
“Jadi ini adalah salah satu yang didorong oleh Bapak Presiden, sehingga retraining dan reskilling di dua sektor unggulan ini menjadi sangat penting,” katanya.
Sertifikat kompetensi untuk peserta
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan lama pelatihan akan disesuaikan dengan kompetensi yang diberikan kepada peserta. Peserta juga memperoleh uang saku serta fasilitas pelatihan sesuai ketentuan program.
Setelah pelatihan selesai, peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut diharapkan menjadi bukti kemampuan ketika peserta memasuki pasar kerja.
“Ini yang kita harapkan menjadi daya saing, menjadi sesuatu yang bisa ditunjukkan kepada industri. Ini loh, kemampuan saya. Inilah upaya kita bersama untuk meningkatkan kompetensi anak-anak muda kita,” ujar Yassierli.
Kemnaker juga memperkuat ekosistem pelatihan melalui 21 UPTP BPVP, 13 Satuan Layanan Pelatihan, dan 286 UPTD BLK.
Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan Pelatihan Vokasi Nasional menjangkau 340.000 peserta. Sasaran tersebut terdiri atas 70.000 peserta melalui alokasi APBN dan tambahan 270.000 peserta melalui program stimulus ekonomi Semester II.
Penyelenggaraan pelatihan selanjutnya diarahkan agar semakin selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Langkah ini diharapkan memperkuat kesiapan peserta untuk memanfaatkan peluang kerja, mengembangkan usaha, sekaligus meningkatkan produktivitas.
Penulis Akong
Akong is a writer at Nexzine, covering the latest trends and viral stories through a fresh, relatable lens for younger audiences.

