InJourney Airports Perkuat Kapasitas 35 UMKM Banyuwangi untuk Tumbuh Bersama Ekosistem Pariwisata Ijen
- account_circle Wardhana
- calendar_month 10 menit yang lalu
- print Cetak

InJourney Airports Perkuat UMKM Banyuwangi. (Foto: Ist/Nexzine)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NEXZINE.ID, Banyuwangi – InJourney Airports secara konsisten memperkuat komitmennya dalam mendorong percepatan ekonomi inklusif melalui program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui InJourney Airports Creativity House (ICH) 2026, sebanyak 35 UMKM Banyuwangi di kawasan penyangga pariwisata Ijen mendapatkan pendampingan intensif untuk meningkatkan daya saing, memperkuat tata kelola usaha, serta mengoptimalkan ekosistem digital secara berkelanjutan.
Program ini dirancang dengan pendekatan inkubasi menyeluruh (end-to-end), tidak sekadar pelatihan berdurasi singkat. ICH 2026 mengintegrasikan kurikulum aplikatif, integrasi teknologi operasional, hingga pemantauan kinerja bisnis terukur guna memastikan para pelaku UMKM lokal siap menjadi bagian integral dari ekosistem pariwisata Banyuwangi yang terus berkembang.
Adi Nugroho, Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang inspiratif bagi UMKM Banyuwangi untuk terus berkembang.
“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang didapat bisa langsung diterapkan. Target kami adalah memberi manfaat yang benar-benar berkelanjutan bagi para pelaku usaha,” kata Adi saat memberikan sambutan.
Sementara itu, Plt Kepala Diskop UMP Banyuwangi Heni Sugiharti dan Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi Ainur Rofiq berharap program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan Injourney tersebut dalam bekesinambungan di Banyuwangi.
“Semoga program ini tidak berhenti sampai disini. Kami berterima kasih ke Injourney dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM pariwisata di daerah,” tambah Heni.
Program pendampingan ICH Banyuwangi berfokus pada tiga pilar utama pengembangan kapasitas bisnis: digitalisasi keuangan, penguatan merek (branding), serta pemanfaatan teknologi modern. Pada pilar keuangan, seluruh peserta diwajibkan mengintegrasikan sistem MitMe Kasir guna mentransformasi pencatatan manual menjadi digital secara terstruktur dan terukur.
Selain tata kelola finansial, peserta dibekali strategi promosi digital, pembuatan konten kreatif, dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk operasional usaha. Kurikulum disusun praktis agar pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi AI dalam menyusun strategi komunikasi produk dan merancang materi pemasaran secara mandiri.

Rangkaian pembekalan tersebut diawali melalui pelatihan offline pada 24–25 September 2026 di Ballroom Grand Harvest Resort Ijen, Tamansari. Dalam pelaksanaan pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diarahkan untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh agar dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha.
Guna memastiikan keberlanjutan dampak, program dilanjutkan dengan fase pemantauan intensif berkala bersama tim ahli Penakita. Selama periode inkubasi, peserta mendapatkan sesi konsultasi klinis usaha, webinar pengayaan materi, serta pengawasan aktivitas transaksi harian melalui dasbor MitMe Kasir.
Sebagai wujud efektivitas program, keberhasilan peserta dinilai melalui indikator kinerja terukur (KPI), meliputi tingkat adopsi pencatatan kasir digital, konsistensi aktivitas usaha, pertumbuhan omzet, serta kesiapan integrasi produk ke dalam jejaring rantai pasok pariwisata daerah.
Melalui pendekatan tersebut, InJourney Airports mendorong agar manfaat program tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh ke dalam pengelolaan usaha sehari-hari, sehingga secara bertahap menjadi lebih tertib dalam mengelola bisnis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kesiapan untuk mengembangkan usahanya.
Program InJourney Airports Creativity House 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi InJourney Airports dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal di sekitar wilayah desa wisata. Dengan meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal, program ini diharapkan dapat membuka ruang yang lebih besar bagi UMKM untuk mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh perkembangan pariwisata Banyuwangi.
Melalui kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan, InJourney Airports terus mendorong program pemberdayaan yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memberikan bekal, pendampingan, dan ruang bagi UMKM untuk terus bertumbuh.
Penulis Wardhana
wardhana adalah penulis di nexzine yang meliput tren terkini dan cerita viral dengan sudut pandang segar dan relevan bagi audiens.

