Breaking News
light_mode
hashtag

Adly Fairuz Digugat Rp 5 Miliar, Diduga Terlibat Penipuan Masuk Akpol

  • account_circle Wardhana
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NEXZINE.ID – Aktor Adly Fairuz digugat secara perdata dengan nilai hampir Rp 5 miliar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan tersebut diajukan terkait dugaan keterlibatan Adly Fairuz dalam kasus penipuan masuk Akademi Kepolisian (Akpol) yang diduga merugikan seorang warga bernama Abdul Hadi hingga miliaran rupiah.

Kuasa hukum penggugat, Farly Lumopa, mengungkapkan kliennya merasa tertipu setelah menyetorkan uang sebesar Rp 3,65 miliar demi meloloskan anaknya dalam seleksi Akpol pada tahun 2023 dan 2024. Uang tersebut diserahkan secara bertahap melalui perantara bernama Agung Wahyono.

Farly menjelaskan, sejak awal kliennya diyakinkan bahwa dana tersebut akan diserahkan kepada sosok bernama “Jenderal Ahmad”, yang disebut-sebut memiliki akses kuat di institusi kepolisian. Klaim tersebut membuat korban percaya bahwa peluang anaknya lolos Akpol terbuka lebar.

“Awalnya disampaikan uang itu diserahkan ke Jenderal Ahmad. Saya sempat kaget dan selidiki siapa Jenderal Ahmad ini. Karena sebagai anggota keluarga besar Polri, saya banyak kenal di lingkungan itu, tapi nama tersebut asing,” ujar Farly Lumopa saat ditemui di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).

Kecurigaan semakin kuat ketika Farly meminta agar kliennya dipertemukan langsung dengan sosok yang disebut sebagai Jenderal Ahmad. Pertemuan itu akhirnya berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Namun, fakta yang terungkap justru jauh dari dugaan awal.

“Begitu saya ketemu, saya tanya ke perantaranya, ‘Mana Jenderal Ahmadnya?’ Ternyata yang ditunjuk malah Adly Fairuz. Saya kaget karena ini kan artis, bukan jenderal,” ungkap Farly.

Menurut Farly, penggunaan kata “Jenderal” diduga sengaja dipakai untuk membangun persepsi bahwa Adly Fairuz memiliki koneksi kuat di internal Polri. Belakangan diketahui, nama “Ahmad” yang dimaksud diambil dari nama lengkap Adly Fairuz, yakni Ahmad Adly Fairuz.

Tak hanya itu, Adly Fairuz juga disebut sempat mengklaim memiliki hubungan kekerabatan dengan salah satu mantan pejabat tertinggi di Indonesia. Klaim tersebut semakin menguatkan keyakinan korban untuk menyerahkan uang dalam jumlah besar secara tunai.

Akibatnya, Abdul Hadi menggelontorkan total Rp 3,65 miliar dengan harapan anaknya bisa lolos seleksi Akpol. Namun, upaya tersebut berujung kegagalan dalam dua kali seleksi berturut-turut pada tahun 2023 dan 2024.

Setelah kegagalan tersebut, pihak Adly Fairuz disebut menandatangani akta perdamaian di hadapan notaris pada tahun 2025. Dalam akta itu, disepakati bahwa uang korban akan dikembalikan dengan skema cicilan sebesar Rp 500 juta per bulan.

“Faktanya hanya dibayar satu kali di awal 2025, setelah itu menghilang. Saat ditagih selalu PHP, bahkan membawa-bawa nama agama, tapi tidak ada itikad baik,” tegas Farly.

Karena pembayaran tak kunjung dilunasi, Abdul Hadi akhirnya mengajukan gugatan perdata wanprestasi dengan nilai hampir Rp 5 miliar ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Januari 2026. Nilai gugatan tersebut mencakup kerugian materiil, bunga, serta kerugian lainnya.

Selain gugatan perdata, kasus ini juga dilaporkan secara pidana ke Polres Metro Jakarta Timur. Laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Hingga berita ini diturunkan, Adly Fairuz belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut. Upaya konfirmasi kepada Adly Fairuz juga belum membuahkan hasil. Sejumlah media, termasuk detikcom, telah mencoba menghubunginya, namun belum mendapatkan respons.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan praktik penipuan berkedok jalur masuk institusi negara, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap janji kelulusan seleksi kedinasan dengan imbalan uang.

Penulis

wardhana adalah penulis di nexzine yang meliput tren terkini dan cerita viral dengan sudut pandang segar dan relevan bagi audiens.

Recommend

  • Cara Bikin Blog yang Disukai Google dan Cepat Diterima AdSense

    Cara Bikin Blog yang Disukai Google dan Cepat Diterima AdSense

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Wardhana
    • 0Komentar

    1. Tentukan Niche yang Fokus dan Bernilai Langkah pertama bikin blog yang disukai Google adalah punya niche (topik utama) yang jelas. Google suka blog yang fokus membahas satu tema secara mendalam. Beberapa contoh niche yang potensial: Teknologi & Gadget: Tutorial, tips, dan berita terkini. Lifestyle & Self Improvement: Gaya hidup sehat, keuangan pribadi, produktivitas. Travel: […]

  • Barcelona Juara Liga Spanyol 2024/2025 Usai Kalahkan Espanyol 2-0 di Derby Catalan

    Barcelona Juara Liga Spanyol 2024/2025 Usai Kalahkan Espanyol 2-0 di Derby Catalan

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Wardhana
    • 0Komentar

    NEXZINE.ID – Barcelona memastikan diri sebagai juara Liga Spanyol 2024/2025 setelah menaklukkan Espanyol dengan skor 2-0 dalam laga pekan ke-36 LaLiga. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Blaugrana di puncak klasemen dan menjadikan mereka kampiun LaLiga untuk ke-28 kalinya sepanjang sejarah klub. Pertandingan bertajuk Derby Catalan ini berlangsung sengit di RCDE Stadium. Kedua tim bermain imbang tanpa […]

  • Ratusan ular kobra dan spesies ular lainnya kabur dari peternakan yang hanyut akibat banjir besar di Guangxi China.

    Ratusan Ular Kobra Lepas Saat Banjir Besar di China, Warga Terkena Teror Ganda!

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Wardhana
    • 0Komentar

    NEXZINE.ID – Bayangkan kamu baru saja berjuang menyelamatkan diri dari kepungan banjir, tapi tiba-tiba ada ular kobra yang berenang di dekat kaki kamu. Horor nyata ini sedang dialami oleh warga di Desa Dengwei, Kota Hengzhou, wilayah Guangxi, China. Bencana banjir besar yang melanda kawasan tersebut memicu situasi darurat baru yang super menegangkan. Sebuah peternakan ular […]

  • Nikola Jokic Catatkan Sejarah NBA: Jadi Pemain Ketiga dengan Rata-rata Triple-Double dalam Satu Musim

    Nikola Jokic Catatkan Sejarah NBA: Jadi Pemain Ketiga dengan Rata-rata Triple-Double dalam Satu Musim

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Wardhana
    • 0Komentar

    NexZine.id – Bintang Denver Nuggets, Nikola Jokic, kembali menorehkan sejarah di NBA. Pada Jumat (11 April), Jokic resmi menjadi pemain ketiga dalam sejarah liga yang mencatatkan rata-rata triple-double dalam satu musim, usai tampil impresif dalam kemenangan atas Memphis Grizzlies dengan skor 117-109. Dalam laga tersebut, Jokic membukukan 26 poin, 16 rebound, dan 13 assist, yang […]

  • Tips Waktu yang Tepat Untuk Menikmati Blue Fire di Kawah Ijen, Wisatawan Wajib Tau!

    Tips Waktu yang Tepat Untuk Menikmati Blue Fire di Kawah Ijen, Wisatawan Wajib Tau!

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Wardhana
    • 0Komentar

    NexZine.id – Kawah Ijen, yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur, telah menjadi destinasi wisata populer baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Fenomena alam yang luar biasa, yakni blue fire, menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang rela melakukan perjalanan jauh untuk menyaksikannya. Artikel ini akan membahas fenomena blue fire, waktu terbaik untuk melihatnya, serta persiapan […]

  • Papua Bukan Tanah Kosong, BEM Untag Banyuwangi Suarakan Solidaritas Lewat Dokumenter Pesta Babi

    Papua Bukan Tanah Kosong, BEM Untag Banyuwangi Suarakan Solidaritas Lewat Dokumenter Pesta Babi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Wardhana
    • 0Komentar

    NEXZINE.ID, Banyuwangi – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi pada Rabu (13/5/2026) di lingkungan kampus Untag Banyuwangi. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus bentuk solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat adat di Tanah Papua. Acara ini dihadiri mahasiswa serta masyarakat umum yang turut berdiskusi mengenai […]

expand_less